Bisnis Frozen Food

agen-frozenfood

Frozen food sering jadi opsi warga bagaikan santapan stok. Alasannya frozen food ataupun santapan beku dapat ditaruh dalam jangka waktu yang lama.

Tetapi, di tengah pandemi virus corona ataupun Covid- 19 ini, apakah pelakon bisnis frozen food dapat bertahan?

Pemilik Dapurmakaro Glien Mourinsie berkata pada masa pandemi ini, usahanya masih berjalan dengan baik serta masih menerima layanan dari pelanggan.

” Kala Covid- 19 ini, kami hadapi peningkatan keuntungan dapat 2 kali lipat. Karena bahyak warga yang bekerja dari rumah ataupun work from home( WFH), serta males mereka masak pula,” ucap ia kepada Okezone.

Ia menggambarkan produknya yang laku terjual oleh pelanggan dikala pandemi ini. Baginya Dapurmakaro konsentrasinya ke lauk pauk yang awet. Hingga itu sangat sesuai buat mereka yang lagi WFH serta puasa kebetulan males masak.

” Jadi tinggal dihangatkan saja makanannya. Serta menunyaaa pula variatif banget walaupun mayoritas menu pedas,” ungkap ia.

Setelah itu, lanjut ia, penjualan saat sebelum WFH omzetnya cuma Rp3 juta hingga Rp4 juta tiap menerima pesanan. Tetapi pada waktu WFH ataupun 2 Minggu kemudian keuntungan dapat menggapai Rp8 juta tiap menerima pesanan.

” Kami melaksanakan media promosi lewat instagram Dapurmakaro. Terus pula menggelar program kontribusi. Seperti misal saat sebelum puasa, aku menggelar program#DapurMakaroBersamaPejuangOjol. Itu nanti tiap mereka yg jajanan di Dapurmakaro, ikut mendonasikan 1 nasi bakar buat abang ojol,” jelas ia.

Ia meningkatkan, banyak pelanggan baru pada masa pandemi ini. Apalagi terdapat influencer, terdapat kanak- kanak sekolah yang wajib belajar di rumah.

” Sepanjang masa pandemi ini, kami sempet kesusahan mencari bahan baku buat tempat mentah. Tetapi Kesimpulannya begitu terdapat stok di e- commerce, langsung beli banyak,” tandas ia.